Total Bansos untuk Korban Bencana Tahun 2018 Mencapai Rp. 4.230.000.000

Published on : 13-January-2019 | Published by : Admin

BANJARNEGARA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam tahun 2018 kemarin menyalurkan dana bantuan sosial hingga Rp. 4.230.000.000 (empa miliar dua ratus tiga puluh juta rupiah) untuk korban bencana alam pergerakan tanah, tanah longsor dan gempa bumi di Kabupaten Banjarnegara.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjarnegara, Drs Arief Rahman ST M. Si mengatakan, bantuan tersebut untuk korban bencana di 3 wilayah kecamatan. Rinciannya untuk Kecamatan Wanayasa meliputi : Desa Bantar dan Suwidak sebanyak 95 orang, Kecamatan Pagentan : Desa Gumingsir 85 orang, dan untuk Kecamatan Kalibening yang terdampak gempa sehingga rumahnya rusak berat atau roboh meliputi : Desa Kasinoman (88 rumah), Desa Kertosari (125 rumah), Desa Plorengan (7 rumah), Desa Sidakangen (18 rumah) dan 5 tempat ibadah.

“Alhamdulillah bantuan sudah diterima dengan baik dan sudah kita lakukan cek dan ricek. Bantuan ini diperuntukkan bagi warga yang terdampak langsung bencana di tiga kecamatan tersebut, besarnya Rp. 10 juta,” katanya, Jumat (11/1/2019).

“Bantuan diserahkan secara simbolis langsung oleh Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, dalam tiga tahap, disaksikan oleh Muspika Kecamatan, jajaran BPBD dan para kades.

Sementara itu Bupati Budhi Sarwono secara terpisah mengingatkan bahwa bantuan ini hanya stimulan, sehingga harus dimanfaatkan dengan baik dan cermat. “Jumlahnya utuh, tidak ada potongan sepeserpun karena melalui transfer Bank,” katanya, “ini adalah respon Bapak Gubernur atas proposal bansos yang kita kirim sekitar setahun lalu, alhamdulillah setelah diverivikasi bisa cair di akhir tahun kemarin.”

Lebih lanjut bupati mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem dengan potensi bencana diperkirakan bakal terjadi sampai akhir Januari hingga Februari mendatang. Sebagai daerah rawan bencana, kata Budhi, harus selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran terhadap bencana.

“Kita terus melakukan komunikasi dengan BMKG, karena ini sangat penting sebagai peringatan dini dan antisipasi kebencanaan,” tuturnya, “koordinasi lintas sektoral serta peran serta masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam pencegahan, kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat di daerah rawan.”

Kewaspadaan masyarakat khususnya di daerah rawan, menjadi sangat penting. Perbaikan saluran air dan kebersihan lingkungan, menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya pencegahan terjadinya bencana.

“Banyak longsor terjadi akibat kondisi drainase yang tersumbat, sehingga peranan warga sangat penting menjaga kebersihan lingkungan. Dengan begitu, aliran air hujan akan lancar dan tidak terjadi genangan yang menyebaban banjir dan longsor,” imbuhnya.

Sebagai bentuk pencegahan lain, Bupati Budhi Sarwono, juga sudah mengeluarkan surat edaran ke setiap kecamatan untuk selalu waspada bencana.

“Kalau kita cermati maka terutama wilayah atas harus lebih waspada. Ayo kita waspada, bencana bisa dicegah oleh perilaku manusia pada lingkungan. Meski kita terima kasih telah dibantu, lebih baik kita menjadi yang membantu,” pesan bupati. (mjp).



Kembali ke halaman Berita »